TUGAS TERSTRUKTUR 6 : POLITIK KEKUASAAN DAN KEADILAN HAM : SIAPA YANG MENGENDALIKAN NARASI KEBENARAN ?

 



POLITIK KEKUASAAN DAN KEADILAN 

HAM : SIAPA YANG MENGENDALIKAN NARASI KEBENARAN ?

 

Abstrak

Kekuasaan politik berarti bahwa seseorang atausekelompok orang memegang hak atau kuasa dalampemerintahan suatu negara. Adanya politik didasari oleh tigahalyaitu kedudukankekayaandan kepercayaan. keadilanadalah sifat atau perbuatan yang adil, yang artinya sama berattidak memihak, memihak pada yang benarberpegang padakebenaran dan tidak sewenang-wenang nyasedangkan HAM(Hak Asasi Manusiayaitu hak yang melekat pada diri setiapmanusiaseperti hak untuk hidup.

Narasi kebenaran merupakan sebuah fakta (kebenaran) yang memberikan makna pada kenyataan lingkungan social dan jugapada kebijakan politik. Umumnya narasi kebenaran dibentukdan dikendalikan oleh pihak yang memiliki kekuasaansepertipemerintah, influencer, media massa, media social.

Kata kunci : Politik kekuasaankeadilan HAM, kebenaran

I. Pendahuluan

kekuasaan dari akar kata kuasa dan politik yang berasaldari bahasa Yunani PoliteiaKekuasaan politik berarti bahwaseseorang atau sekelompok orang memegang hak atau kuasadalam pemerintahan suatu negara. Dengan kekuasaan inimereka dapat melakukan hal baik atau buruk karena merekamemiliki hak dan kuasa atas orang lain. Adanya politikkekuasaan didasarkan oleh tig halyaitu

1. kedudukanini bisa berupa jabatan pada sebuah lembagaaupun organisasJika ada pada orng yang salah maka akanmenimbulkan kerugian pada banyak orang
2. kekayaan di zaman ini sudah jadi rahasia publik bahwakekayaan yang dimiliki seseorang dapat menentukanapakah seseorang itu dapat berkuasa atau tidak. 
3. kepercayaandalam hal ini kepercayaan yang dimaksudadalah seseorang yang memiliki ilmu yang cukup tinggidalam suatu agamamaka akan dianggap bisa membimbingatau memimpin para umatnyatetapi hal ini juga bisaberakibat fatal jika seorang pemimpin tersebut menyalahgunakan kepercayaan yang di berikan masyarakat tersebut.

 

Menurut KBBI, keadilan adalah sifat atau perbuatan yang adil, yang artinya sama berattidak memihak, memihak pada yang benarberpegang pada kebenaran dan tidak sewenang-wenangnyasedangkan HAM (Hak Asasi Manusiayaitu hak yang melekat pada diri setiap manusiaseperti hak untuk hidup.

II. Permasalahan dan pembahasan

1. Siapa yang mengendalikan narasi kebenaran?

Narasi kebenaran yang dimaksud  di sini merupakansebuah fakta (kebenaran) yang memberikan makna padakenyataan lingkungan social dan juga pada kebijakanpolitik. Siapa yang mengendalikan hal tersebut? Narasikebenaran dibentukdipertahankandan  dikendalikan olehpihak yang memiliki kekuasaan atas informasi.

Michel Foucault menjelaskan bahwa setiap masyarakatmemiliki “rejimkebenarannya” sendiridengan kata lain yang berkuasa bukan hanya menentukan hukum ataukebijakantetapi juga menentukan apa yang dianggapbenar.

 

Beberapa pihak yang memiliki kekuasaan atas informasiyaitu:

• Pemerintahmelalui media resmikurikulumpendidikanataupun peraturan.
• Media massamelalui cara mereka memilih beritamana yang ingin disorot dan disembunyikan.
• Platform digital: media social memiliki algoritma yang dapat menentukan apa yang kita lihat. Media berfungsi untuk mengaihkan isu-isu penting danmenjaga opini tetap dalam batas yang diterima olehkekuasaan.
• Influencer: tokoh berpengaruh yang mampumembentuk opini public kearah yang positif maupunnegative.

 

III. Kesimpulan dan saran

Kesimpulan

Menurut pembahasan tersebutnarasi kebenaran dalampolitik kekuasaan dan social HAM sering kali dikendalikan olehrelasi kekuasaan antara pemerintah, media massa, media social, atapun tokoh berpengaruh. Hal ini lah yang akan membentukpandangan tentang apa yang benar dan salahDalam era digital, kekuasaan atas kebenaran semakin kompleks karena maraknyateknologi dan informasi yang public terima tanpa adanyapenyaringan yang membuat public bingung mana pandanganyang benar dan salah. Oleh karena itukesadaran kritismasyarakat menjadi sangat penting untuk membongkar strukturkebenaran.

Saran 

 Berdasarkan topic yang dibahas, saran saya masyarakatharus bisa meningkatkan literasi dengan kritis terhadapinformasi yang beredar di media social hal ini dilakukan agar masyarakat bisa membedakan fakta dan hoax serta tidak mudahdi adu dombaDi era digital ini masyarakat juga bisa ikutberperan aktif dalam membangun narasi positif denganmenyebarkan kebenarandan persatuan serta membuat kontenyang tidak menyesatkan masyarakat luas.

 

IV. Daftar pustaka

Foucalt, M. (1980). Power/knowledge: selected interviews and other writings, 1972-1977 (C. Gordon, Ed.). pantheon Books.

Gramedia. (n.d.). Teori kekuasaanPengertianlegitimasidansumber kekuasaanGramedia Literasi. 

Herman, E. S., & Chomsky, N. (1988). Manufacturing consent: the political economy of the mass media. Pantheon Books.

Kementrian PendidikanKebudayaanRisetdan TeknologiRepublik Indonesia. (n.d). Keadilan. Dalam Kamus BesarBahasa Indonesia (KBBI).






Komentar

Postingan populer dari blog ini

RUGAS TERSTRUKTUR 01: NASIONALISME INKLUSIF : PERAN MAHASISWA DALAM MASYARAKAT MULTIKUTURAL

Sikap sebagai warga negara dalam konteks kampus